Selasa, 03 Desember 2013

Jodohku di THR Surabaya (bag. Terakhir)




Rekan seperjuangan = motivator = kompor
          Si Kribo punya kawan, Si Kacamata namanya. Walau keduanya berasal dari generasi yang berbeda, namun aroma persahabatan keduanya terasa sangat kental, seperti Capuccino Itali. Susah senang telah banyak menghiasi bingkai prejalanan persahabatan mereka. Lantas, apa hubungannya? Tenang saja, Kawan.

          Si Kacamata yang memang sudah berumur, meniatkan diri untuk tidak neko-neko mencari gebetan. Kalau bisa cari yang berkelas sekalian, tapi untuk selamanya. Buat apa gonta-ganti pasangan. Dan lagi-lagi, saya yang dipilihnya sebagai konsultan jodoh pribadinya. (Parah...!!!)
          Sebenarnya, Si Kacamata juga pernah merasakan patah hati
dengan Si Hitam Manis yang mungil. Tapi, ia sudah menyadari bahwa sisa hidup yang ada harus dimanfaatkan dengan sangat baik. Jangan sampai ada yang tersiakan. Termasuk berlama-lama patah hati terhadap Si Pintar Andromax.
          Saya bilang sama Si Kacamata, bahwa niatannya itu memang benar-benar bagus. Saya juga sempat bilang kepadanya, sangat menyayangkan kelakuan iseng Si Kribo di atas. Akhirnya, setelah memantapkan niat, ta’aruf singkat melalui internet, besoknya berazam untuk janjian di THR Surabaya. Karena saya tidak ikut mengakadkan, maka saya beri Si Kacamata jurus-jurus menghadapi keluarga Si Do’i. Jangan sampai Si Kacamata yang polos seperti Spongebobs tertipu lantaran pengalaman yang kurang.
          Tak berapa lama saya berbincang-bincang dengan Si Kacamata, ternyata Si Kribo mendengar apa yang kami bicarakan. Diam-diam hatinya mulai melirik gebetan yang setipe dengan dua temannya; Si Ganteng dan Si Kacamata. Entah namanya cinta apa, yang penting Si Kribo terlihat sangat ingin mengikuti jalan mereka berdua. Gelora ingin segera mengakhiri masa-masa iseng dan beralih ke hawa yang lebih serius terlihat jelas melalui guratan wajahnya. Setidaknya itu yang dapat kutangkap.
          Bismillah..... dengan sangat gembira mereka berdua melaju menyusuri hitamnya jalanan Gresik-Surabaya bersama “Si Fita” yang hitam manis. Mereka berdua menjemput jodoh yang telah digariskan. Takdir Allah, ketiganya mendapatkan jodoh yang setipe, blasteran Amrik-China. Selamat ya.... semoga diberkahi atas jerih payahnya.... amin.... (Selesai......)

*) Warning!!! Seluruh tokoh dalam kisah ini adalah nyata, bukan fiktif... hehehe... dan mereka semua masih menghirup napas sampai sekarang... walhamdulillah... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar